{"id":232,"date":"2026-08-28T08:00:59","date_gmt":"2026-08-28T08:00:59","guid":{"rendered":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232"},"modified":"2026-08-28T08:05:53","modified_gmt":"2026-08-28T08:05:53","slug":"sekolah-adiwiyata-ketika-menjaga-lingkungan-menjadi-bagian-dari-pendidikan-karakter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232","title":{"rendered":"SEKOLAH ADIWIYATA (Ketika Menjaga Lingkungan Menjadi Bagian dari Pendidikan Karakter)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Oleh: Agus Solihin, S.Pd., M.Pd.<\/strong><br><em>Wakil Ketua I PGRI Kabupaten Bandung Barat<\/em><br><em>Kepala SMP Negeri 1 Cisarua<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada satu pertanyaan sederhana yang sering kita dengar: <em>Untuk apa sekolah harus repot mengurus lingkungan? Bukankah tugas utama sekolah adalah mengajar dan mendidik siswa?<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaan tersebut justru membawa kita pada pemahaman yang lebih luas tentang hakikat pendidikan. Sekolah bukan hanya tempat peserta didik memperoleh pengetahuan dari buku dan guru, tetapi juga tempat mereka belajar menjalani kehidupan. Mereka belajar tentang disiplin ketika membuang sampah pada tempatnya, belajar bertanggung jawab ketika merawat tanaman, belajar bekerja sama ketika membersihkan lingkungan, dan belajar menghargai kehidupan ketika memahami pentingnya air, udara, tanah, serta keanekaragaman hayati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sinilah gagasan Sekolah Adiwiyata menemukan relevansinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Apa Itu Sekolah Adiwiyata?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara sederhana, Adiwiyata dapat dimaknai sebagai gerakan untuk membangun sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Kementerian Lingkungan Hidup menjelaskan bahwa Program Adiwiyata bertujuan mewujudkan sekolah yang peduli lingkungan dan membangun perilaku ramah lingkungan secara berkelanjutan. Pendidikan lingkungan tidak berdiri sendiri, tetapi diintegrasikan ke dalam berbagai proses pendidikan, baik intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler. (<a href=\"https:\/\/kemenlh.go.id\/contents\/15\/Adiwiyata?utm_source=chatgpt.com\">KLHK<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, Sekolah Adiwiyata bukan sekadar sekolah yang memiliki halaman hijau, banyak tanaman, tempat sampah yang tertata, atau lingkungan yang terlihat bersih. Lebih dari itu, Adiwiyata adalah budaya hidup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekolah yang berbudaya lingkungan menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai kebiasaan seluruh warga sekolah. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, komite sekolah, orang tua, bahkan masyarakat sekitar memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, nyaman, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam perkembangan kebijakan terbaru, Program Adiwiyata semakin diarahkan pada perilaku ramah lingkungan hidup, antara lain melalui kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, konservasi keanekaragaman hayati, konservasi air, serta penghematan energi. (<a href=\"https:\/\/kemenlh.go.id\/news\/detail\/menteri-lh-adiwiyata-2025-lahirkan-sekolah-pelopor-generasi-sadar-iklim?utm_source=chatgpt.com\">KLHK<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, Adiwiyata sesungguhnya bukan proyek sesaat untuk mendapatkan penghargaan. Penghargaan hanyalah konsekuensi dari sebuah budaya sekolah yang telah tumbuh dan berjalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Lebih dari Sekadar Sekolah yang Bersih<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manfaat Sekolah Adiwiyata sebenarnya jauh lebih besar daripada sekadar menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan indah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, Adiwiyata membentuk karakter peserta didik. Anak-anak tidak hanya diberi tahu bahwa membuang sampah sembarangan itu salah, tetapi dibiasakan untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan. Mereka tidak hanya mendengar tentang pentingnya tanaman, tetapi terlibat langsung menanam dan merawatnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua, lingkungan sekolah menjadi lebih sehat, nyaman, dan kondusif untuk belajar. Lingkungan yang bersih, hijau, memiliki sanitasi yang baik, serta dikelola secara tertib tentu memberikan suasana belajar yang lebih menyenangkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga, Adiwiyata dapat mendorong efisiensi penggunaan sumber daya. Kebiasaan menghemat air, listrik, kertas, dan berbagai sumber daya lainnya pada akhirnya tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga dapat membantu sekolah menggunakan sumber daya secara lebih bijaksana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keempat, program ini memperkuat kolaborasi. Persoalan lingkungan tidak mungkin diselesaikan oleh kepala sekolah atau guru seorang diri. Diperlukan keterlibatan siswa, tenaga kependidikan, orang tua, komite, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kementerian Lingkungan Hidup juga menempatkan peningkatan kualitas lingkungan sekolah, pembentukan karakter peduli lingkungan, peningkatan kapasitas guru, serta penguatan kolaborasi sekolah dengan orang tua dan masyarakat sebagai bagian dari manfaat strategis Program Adiwiyata. (<a href=\"https:\/\/kemenlh.go.id\/contents\/15\/Adiwiyata?utm_source=chatgpt.com\">KLHK<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Belajar dari SMPN 1 Cisarua<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai Kepala SMP Negeri 1 Cisarua, saya merasakan sendiri bahwa membangun budaya Adiwiyata bukan pekerjaan yang dapat dilakukan dalam satu atau dua hari. Ia membutuhkan proses, konsistensi, pembiasaan, dan terutama keteladanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SMPN 1 Cisarua telah melalui perjalanan tersebut. Sekolah kami meraih predikat Sekolah Adiwiyata Kabupaten pada 2018, Adiwiyata Provinsi pada 2020, dan kemudian Adiwiyata Nasional pada 2022. Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh warga sekolah dan dukungan berbagai pihak. (<a href=\"https:\/\/disdikkbb.org\/news\/raih-adiwiyata-nasional-smpn-1-cisarua-harumkan-bandung-barat\/?utm_source=chatgpt.com\">Disdikkbb<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam proses menuju Adiwiyata Nasional, berbagai kegiatan lingkungan terus dibangun dan dipelihara. Penghijauan, kebun dan hutan sekolah, sanitasi, pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, kantin sehat, serta pembiasaan disiplin lingkungan menjadi bagian dari kehidupan sekolah sehari-hari. (<a href=\"https:\/\/disdikkbb.org\/news\/smpn-1-cisarua-lolos-adiwiyata-nasional\/?utm_source=chatgpt.com\">Disdikkbb<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari pengalaman tersebut, saya semakin memahami bahwa kunci keberhasilan Adiwiyata bukan terletak pada banyaknya program yang dibuat, melainkan pada seberapa jauh program tersebut menjadi kebiasaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika seorang siswa secara spontan memungut sampah yang bukan miliknya, ketika guru terbiasa mematikan lampu dan perangkat listrik yang tidak digunakan, ketika warga sekolah menjaga kebersihan toilet tanpa harus selalu diperintah, atau ketika siswa merawat tanaman dengan penuh kesadaran, pada saat itulah nilai-nilai Adiwiyata mulai benar-benar hidup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Praktik Baik Harus Menjadi Gerakan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kabupaten Bandung Barat memiliki banyak sekolah yang dapat menjadi contoh dalam pengembangan budaya peduli lingkungan. Pengalaman SMPN 1 Cisarua dan sekolah-sekolah lainnya menunjukkan bahwa setiap satuan pendidikan sebenarnya memiliki potensi untuk mengembangkan model Adiwiyata sesuai karakter dan kondisi lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekolah di wilayah pegunungan mungkin dapat mengembangkan konservasi air, penghijauan, kebun sekolah, dan pelestarian keanekaragaman hayati. Sekolah yang memiliki keterbatasan lahan dapat mengembangkan taman vertikal, hidroponik, pengelolaan sampah, atau pemanfaatan ruang secara kreatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekolah tidak harus meniru seluruh program sekolah lain. Yang terpenting adalah mengidentifikasi masalah lingkungan yang nyata di sekolah, kemudian mencari solusi yang dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inilah yang saya kira menjadi salah satu kekuatan Bandung Barat. Kita memiliki sekolah dengan kondisi geografis, karakter masyarakat, potensi alam, dan kreativitas guru yang beragam. Keragaman tersebut seharusnya menjadi modal untuk melahirkan berbagai praktik baik Adiwiyata yang khas dan kontekstual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Bagaimana Mengimplementasikan Adiwiyata?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaan berikutnya adalah: dari mana sekolah harus memulai?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut saya, langkah pertama adalah membangun komitmen. Kepala sekolah harus memiliki visi yang jelas bahwa kepedulian lingkungan merupakan bagian dari budaya sekolah, bukan sekadar kegiatan tambahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua, lakukan pemetaan masalah lingkungan sekolah. Lihat persoalan yang benar-benar terjadi. Apakah sampah menjadi masalah? Apakah penggunaan air boros? Apakah lingkungan sekolah kurang hijau? Apakah sanitasi belum optimal? Apakah warga sekolah masih kurang disiplin dalam menjaga kebersihan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga, bentuk tim dan pembagian peran yang jelas. Adiwiyata bukan pekerjaan satu orang. Guru, siswa, tenaga kependidikan, komite, orang tua, dan masyarakat harus mendapatkan ruang untuk berkontribusi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keempat, integrasikan pendidikan lingkungan ke dalam pembelajaran. Guru IPA dapat mengajak siswa mengamati kualitas lingkungan, guru IPS dapat mengaitkannya dengan kehidupan masyarakat, guru Bahasa Indonesia dapat menjadikan isu lingkungan sebagai bahan literasi, guru Matematika dapat mengolah data penggunaan air atau listrik, dan mata pelajaran lainnya dapat mengambil perspektif sesuai karakteristik masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelima, lakukan aksi nyata dan pembiasaan. Misalnya pemilahan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, penghematan listrik dan air, penghijauan, pemanfaatan lahan sekolah, pengelolaan kantin sehat, serta kegiatan konservasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keenam, lakukan evaluasi secara berkala. Program yang tidak dievaluasi akan mudah berhenti. Karena itu, sekolah perlu melihat apa yang berhasil, apa yang belum, dan apa yang harus diperbaiki.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhirnya, sekolah harus memiliki satu prinsip: lebih baik memiliki sedikit program tetapi berjalan konsisten daripada memiliki banyak program tetapi hanya ramai di awal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Peran Guru dan Anggota PGRI<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai organisasi profesi guru, PGRI memiliki posisi strategis dalam mendorong gerakan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, saya berharap anggota PGRI Kabupaten Bandung Barat dapat memandang Adiwiyata bukan sebagai urusan kepala sekolah atau tim tertentu saja. Adiwiyata adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai pendidik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Guru adalah teladan. Apa yang dilakukan guru akan lebih mudah ditiru peserta didik daripada apa yang hanya disampaikan melalui nasihat. Jika guru membiasakan hidup bersih, hemat energi, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, merawat tanaman, dan menghargai lingkungan, maka sesungguhnya guru sedang memberikan pembelajaran karakter yang sangat kuat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya juga mendorong anggota PGRI untuk saling berbagi praktik baik. Sekolah yang sudah maju dalam pengelolaan sampah dapat berbagi dengan sekolah lain. Sekolah yang berhasil mengembangkan kebun sekolah dapat menjadi sumber inspirasi. Sekolah yang memiliki inovasi penghematan air atau energi dapat menjadi rujukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, kita tidak perlu berlomba-lomba hanya untuk mendapatkan predikat. Kita harus membangun ekosistem pembelajaran yang saling menguatkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Adiwiyata dan Masa Depan Anak-Anak Kita<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program Adiwiyata telah berkembang menjadi gerakan pendidikan lingkungan yang luas. Pada 2026, Program Adiwiyata memasuki usia 20 tahun dan telah menjangkau lebih dari 34.000 sekolah di Indonesia. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. (<a href=\"https:\/\/kemenlh.go.id\/news\/detail\/dua-dekade-adiwiyata-lebih-dari-34-ribu-sekolah-cetak-generasi-peduli-lingkungan?utm_source=chatgpt.com\">KLHK<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi saya, tantangan terbesar bukanlah bagaimana sekolah memperoleh penghargaan Adiwiyata, tetapi bagaimana nilai-nilai Adiwiyata tetap hidup ketika tidak ada penilaian, tidak ada lomba, dan tidak ada penghargaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebab, pendidikan lingkungan yang sesungguhnya tidak berhenti di pagar sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika seorang siswa pulang ke rumah lalu mengingatkan keluarganya untuk memilah sampah, menghemat air, mematikan lampu yang tidak digunakan, atau menanam pohon, maka sekolah telah memberikan dampak yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begitu pula ketika seorang guru membawa nilai-nilai kepedulian lingkungan ke dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari, sesungguhnya guru sedang menanam investasi untuk masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, mari kita maknai Sekolah Adiwiyata bukan sekadar sekolah yang bersih dan hijau, tetapi sebagai sekolah yang mampu mendidik manusia untuk menghargai kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya percaya, jika setiap sekolah di Kabupaten Bandung Barat bergerak dari hal-hal kecil, dilakukan bersama-sama, dan dijaga secara konsisten, maka akan lahir generasi Bandung Barat yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebab bumi yang kita tempati hari ini bukanlah warisan yang boleh kita habiskan. Ia adalah amanah yang harus kita jaga dan kita wariskan kepada generasi berikutnya.<\/p>\n\n\n<figure class=\"wp-block-post-featured-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"2560\" height=\"1707\" src=\"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_91602-scaled.jpg\" class=\"attachment-post-thumbnail size-post-thumbnail wp-post-image\" alt=\"\" style=\"object-fit:cover;\" srcset=\"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_91602-scaled.jpg 2560w, https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_91602-300x200.jpg 300w, https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_91602-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_91602-768x512.jpg 768w, https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_91602-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_91602-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_91602-600x400.jpg 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Agus Solihin, S.Pd., M.Pd.Wakil Ketua I PGRI Kabupaten Bandung BaratKepala SMP Negeri 1 Cisarua Ada satu pertanyaan sederhana yang sering kita dengar: Untuk apa sekolah harus repot mengurus lingkungan? Bukankah tugas utama sekolah adalah mengajar dan mendidik siswa? Pertanyaan tersebut justru membawa kita pada pemahaman yang lebih luas tentang hakikat pendidikan. Sekolah bukan hanya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":233,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,7],"tags":[],"class_list":["post-232","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-populer","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>SEKOLAH ADIWIYATA (Ketika Menjaga Lingkungan Menjadi Bagian dari Pendidikan Karakter) - PGRI Kabupaten Bandung Barat<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"SEKOLAH ADIWIYATA (Ketika Menjaga Lingkungan Menjadi Bagian dari Pendidikan Karakter) - PGRI Kabupaten Bandung Barat\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Agus Solihin, S.Pd., M.Pd.Wakil Ketua I PGRI Kabupaten Bandung BaratKepala SMP Negeri 1 Cisarua Ada satu pertanyaan sederhana yang sering kita dengar: Untuk apa sekolah harus repot mengurus lingkungan? Bukankah tugas utama sekolah adalah mengajar dan mendidik siswa? Pertanyaan tersebut justru membawa kita pada pemahaman yang lebih luas tentang hakikat pendidikan. Sekolah bukan hanya...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"PGRI Kabupaten Bandung Barat\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-28T08:00:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-28T08:05:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_91602-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/?p=232#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/?p=232\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/30127f1de6c5045fd805527ecd193a9e\"},\"headline\":\"SEKOLAH ADIWIYATA (Ketika Menjaga Lingkungan Menjadi Bagian dari Pendidikan Karakter)\",\"datePublished\":\"2026-08-28T08:00:59+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-28T08:05:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/?p=232\"},\"wordCount\":1448,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/?p=232#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/IMG_91602-scaled.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Populer\",\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/?p=232#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/?p=232\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/?p=232\",\"name\":\"SEKOLAH ADIWIYATA (Ketika Menjaga Lingkungan Menjadi Bagian dari Pendidikan Karakter) - PGRI Kabupaten Bandung Barat\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/?p=232#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/?p=232#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/IMG_91602-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-08-28T08:00:59+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-28T08:05:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/?p=232#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/?p=232\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/?p=232#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/IMG_91602-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/IMG_91602-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1707},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/?p=232#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"SEKOLAH ADIWIYATA (Ketika Menjaga Lingkungan Menjadi Bagian dari Pendidikan Karakter)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/\",\"name\":\"PGRI Kabupaten Bandung Barat\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/#organization\",\"name\":\"PGRI Kabupaten Bandung Barat\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/cropped-Persatuan_Guru_Republik_Indonesia1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/cropped-Persatuan_Guru_Republik_Indonesia1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"PGRI Kabupaten Bandung Barat\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/30127f1de6c5045fd805527ecd193a9e\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ea4d71719b0e14b687dead7cdd13be9e0c4b888ee35f36dff607af200cc31644?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ea4d71719b0e14b687dead7cdd13be9e0c4b888ee35f36dff607af200cc31644?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ea4d71719b0e14b687dead7cdd13be9e0c4b888ee35f36dff607af200cc31644?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/pgribandungbaratkab.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"SEKOLAH ADIWIYATA (Ketika Menjaga Lingkungan Menjadi Bagian dari Pendidikan Karakter) - PGRI Kabupaten Bandung Barat","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"SEKOLAH ADIWIYATA (Ketika Menjaga Lingkungan Menjadi Bagian dari Pendidikan Karakter) - PGRI Kabupaten Bandung Barat","og_description":"Oleh: Agus Solihin, S.Pd., M.Pd.Wakil Ketua I PGRI Kabupaten Bandung BaratKepala SMP Negeri 1 Cisarua Ada satu pertanyaan sederhana yang sering kita dengar: Untuk apa sekolah harus repot mengurus lingkungan? Bukankah tugas utama sekolah adalah mengajar dan mendidik siswa? Pertanyaan tersebut justru membawa kita pada pemahaman yang lebih luas tentang hakikat pendidikan. Sekolah bukan hanya...","og_url":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232","og_site_name":"PGRI Kabupaten Bandung Barat","article_published_time":"2026-08-28T08:00:59+00:00","article_modified_time":"2026-08-28T08:05:53+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_91602-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/#\/schema\/person\/30127f1de6c5045fd805527ecd193a9e"},"headline":"SEKOLAH ADIWIYATA (Ketika Menjaga Lingkungan Menjadi Bagian dari Pendidikan Karakter)","datePublished":"2026-08-28T08:00:59+00:00","dateModified":"2026-08-28T08:05:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232"},"wordCount":1448,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_91602-scaled.jpg","articleSection":["Artikel Populer","Opini"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232","url":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232","name":"SEKOLAH ADIWIYATA (Ketika Menjaga Lingkungan Menjadi Bagian dari Pendidikan Karakter) - PGRI Kabupaten Bandung Barat","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_91602-scaled.jpg","datePublished":"2026-08-28T08:00:59+00:00","dateModified":"2026-08-28T08:05:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232#primaryimage","url":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_91602-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_91602-scaled.jpg","width":2560,"height":1707},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?p=232#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"SEKOLAH ADIWIYATA (Ketika Menjaga Lingkungan Menjadi Bagian dari Pendidikan Karakter)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/#website","url":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/","name":"PGRI Kabupaten Bandung Barat","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/#organization","name":"PGRI Kabupaten Bandung Barat","url":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cropped-Persatuan_Guru_Republik_Indonesia1.png","contentUrl":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cropped-Persatuan_Guru_Republik_Indonesia1.png","width":512,"height":512,"caption":"PGRI Kabupaten Bandung Barat"},"image":{"@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/#\/schema\/person\/30127f1de6c5045fd805527ecd193a9e","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4d71719b0e14b687dead7cdd13be9e0c4b888ee35f36dff607af200cc31644?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4d71719b0e14b687dead7cdd13be9e0c4b888ee35f36dff607af200cc31644?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ea4d71719b0e14b687dead7cdd13be9e0c4b888ee35f36dff607af200cc31644?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/pgribandungbaratkab.id"],"url":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/232","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=232"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/232\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":234,"href":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/232\/revisions\/234"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/233"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=232"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=232"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgribandungbaratkab.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=232"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}