Oleh: Sutarmin,S.Pd,M.Pd.I
(Sekbid Pembinaan Mental dan Karakter Bangsa PGRI Kabupaten Bandung Barat)
Ketika seorang hamba berdo’a dalam keadaan sempit dan susah agar pertolongan dan bantuan Allah disegerakan, Allah berfirman:
{أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ}
Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. (Al-Baqarah:/2: 214).
Semakna dengan firman Alloh:
Karena sesungguhnya bersama satu kesulitan itu ada banyak kemudahan, sesungguhnya bersama satu kesulitan itu ada banyak kemudahan. (Al-Insyiroh/94: 5-6).
Bersama satu kesulitan, Allah menyediakan banyak kemudahan. Jika ada kesusahan, maka akan diturunkan pertolongan sesuai dengan kualitas kesulitannya atau bahkan dengan sesuatu yang lebih baik. Karena itulah maka disebutkan: Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
Sebuah hadits dari Abu Ruzain menyebutkan:
“عَجِبَ رَبُّكَ مِنْ قُنُوطِ عِبَادِهِ، وَقُرْبِ غَيْثِهِ، فَيَنْظُرُ إِلَيْهِمْ قَنِطِينَ، فَيَظَلُّ يَضْحَكُ، يَعْلَمُ أَنَّ فَرَجَهُمْ قَرِيبٌ ” الْحَدِيثَ
Tuhanmu merasa heran dengan keputusasaan hamba-hamba-Nya, padahal saat pertolongan-Nya sudah dekat. Maka Allah memandang mereka yang dalam keadaan putus asa itu seraya tertawa karena Dia mengetahui bahwa jalan keluar mereka sudah dekat. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Baihaqiy)
Bersabarlah, ketika seorang hamba hampir putus asa dan sudah tidak sabar, di saat itu Allah sudah mempersiapkan solusi dan hadiah terbaik-Nya. Bisa jadi hal terbaik adalah kejutan membahagiakan dari Allah di detik terakhir menjelang keputusasaan.
Al-faqiir ila rohmatillaahi al-Qodiir, Sutarmin,S.Pd,M.Pd.I (Sekbid Pembinaan Mental dan Karakter Bangsa PGRI KBB)


