
GUNUNGHALU (28 Juli 2026) – Dalam upaya memperkuat dan menata kembali struktur organisasi di tingkat kecamatan, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dr. H. Rustiyana S.T., M.T., M.Pd, M.A.P., secara resmi membuka Konferensi Kerja Kecamatan (Konkercab) I PGRI Cabang Gununghalu pada Selasa (28/7).
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh pengurus PGRI Cabang Gununghalu serta perwakilan guru dari berbagai sekolah di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Rustiyana menekankan sejumlah poin penting yang menjadi fokus kepengurusannya saat ini. Salah satu poin utamanya adalah pembenahan keanggotaan. Menurutnya, data keanggotaan yang akurat dan tervalidasi merupakan fondasi yang kuat untuk membangun PGRI KBB yang lebih profesional, solid, dan responsif terhadap aspirasi anggotanya.
“Pembenahan data keanggotaan sangat krusial agar kita bisa memberikan pelayanan yang lebih baik dan terukur kepada setiap guru di Kabupaten Bandung Barat,” ujar Rustiyana.
Lebih lanjut, Rustiyana juga menyoroti pentingnya manfaat nyata yang harus dirasakan oleh setiap anggota PGRI. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan guru sebagai anggota PGRI bukan sekadar menyandang status, tetapi harus menjadi wadah yang memberikan nilai tambah dalam meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan kesejahteraan mereka.
“Setiap anggota harus mendapatkan manfaat dari masuknya mereka menjadi bagian dari PGRI,” tegasnya. “Baik itu melalui pelatihan, workshop, advokasi hukum, hingga program-program kesejahteraan yang akan terus kita kembangkan.”
Terkait dengan pelaksanaan Konkercab I ini, Rustiyana memiliki harapan besar agar acara tersebut tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi ajang refleksi dan perencanaan yang matang. Ia menginstruksikan para pengurus dan peserta Konkercab untuk menghasilkan evaluasi menyeluruh terhadap program kerja enam bulan ke belakang.
“Saya meminta agar Konkercab I ini menghasilkan evaluasi program kerja enam bulan ke belakang secara jujur, objektif, dan menyeluruh,” kata Rustiyana. “Identifikasi keberhasilan, hambatan, serta kekurangan yang ada untuk menjadi bahan perbaikan ke depan.”
Selain evaluasi, Rustiyana juga mendorong para peserta untuk merencanakan program kerja satu tahun ke depan dengan realistis, terukur, dan dapat direalisasikan. Ia menegaskan agar program-program yang disusun benar-benar berdampak positif bagi peningkatan kualitas dan kesejahteraan para guru di Kecamatan Gununghalu.
“Rencanakan program kerja satu tahun ke depan yang solutif, inovatif, dan benar-benar bisa kita laksanakan bersama,” imbuhnya. “Kita ingin program-program yang memiliki dampak nyata bagi anggota, bukan sekadar di atas kertas.”
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PGRI KBB juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap jajaran Kepengurusan PGRI Cabang Gununghalu atas kerja keras dan dedikasinya dalam melaksanakan Konker PGRI cabang ini. Semangat dan komitmen kepengurusan Gununghalu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi cabang-cabang lain di Kabupaten Bandung Barat.
Konkercab I PGRI Cabang Gununghalu ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan strategis dan program kerja yang efektif, sehingga PGRI di wilayah tersebut dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi terbaiknya bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Bandung Barat.

