Oleh: Dr. H. Rustiyana, S.T., M.T., M.Pd., M.A.P.
Ketua PGRI Kabupaten Bandung Barat
Setiap tanggal 9 September, kita memperingati Hari Olahraga Nasional (HAORNAS). Bagi saya, HAORNAS bukan sekadar momentum untuk menggelar kegiatan olahraga atau memasang ucapan di media sosial, tetapi menjadi pengingat bahwa kesehatan dan kebugaran merupakan bagian penting dari kualitas hidup dan kualitas pengabdian kita sebagai manusia.
Tahun 2026 membawa sebuah pesan yang sederhana, tetapi sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, yaitu “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!” Tema ini mengajak kita untuk melihat olahraga bukan hanya sebagai kegiatan untuk mengejar prestasi, mendapatkan medali, atau memenangkan pertandingan, tetapi sebagai bagian dari kebiasaan hidup yang perlu dibangun oleh setiap orang.
Bagi keluarga besar PGRI Kabupaten Bandung Barat, tema tersebut memiliki makna yang sangat penting. Guru bukan hanya seseorang yang berdiri di depan kelas untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga sosok yang menjadi teladan bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam membangun kebiasaan hidup sehat dan aktif.
HAORNAS Bukan Sekadar Seremonial
Sering kali kita memperingati hari-hari nasional dengan penuh semangat pada saat acaranya berlangsung, tetapi setelah kegiatan selesai, semangat tersebut perlahan kembali seperti semula. Begitu pula dengan olahraga, jangan sampai kita hanya berolahraga ketika ada kegiatan HAORNAS, HUT PGRI, atau acara sekolah, sementara dalam kehidupan sehari-hari kita kembali menjalani pola hidup yang minim aktivitas fisik.
Menurut saya, justru di sinilah makna penting HAORNAS harus kita tempatkan. Peringatan HAORNAS hendaknya menjadi momentum untuk memulai kebiasaan baru, yaitu membiasakan diri bergerak, menjaga kebugaran, memperhatikan pola hidup sehat, dan mengajak orang-orang di sekitar kita melakukan hal yang sama.
Kita tidak harus menjadi atlet untuk disebut sebagai orang yang aktif berolahraga. Berjalan kaki, bersepeda, melakukan senam, bermain bulu tangkis, melakukan peregangan di sela pekerjaan, atau sekadar meluangkan waktu untuk bergerak secara rutin merupakan bentuk sederhana yang dapat kita lakukan sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.
Yang paling penting bukan seberapa berat olahraga yang kita lakukan, melainkan seberapa konsisten kita menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus akan jauh lebih berarti daripada kegiatan olahraga yang dilakukan sesekali tetapi kemudian berhenti.
Memaknai “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar”
Ada tiga kata yang menurut saya perlu kita renungkan dari tema HAORNAS 2026, yaitu “menuju”, “aktif”, dan “bugar”. Kata “menuju” menunjukkan bahwa masyarakat aktif dan bugar tidak terbentuk dalam satu malam, melainkan membutuhkan proses, kesadaran, pembiasaan, dan keteladanan dari berbagai pihak.
Kata “aktif” mengingatkan kita untuk tidak membiarkan kehidupan sehari-hari dipenuhi dengan kebiasaan duduk, diam, dan kurang bergerak. Di tengah tuntutan pekerjaan dan perkembangan teknologi yang membuat banyak aktivitas menjadi lebih mudah dilakukan tanpa banyak bergerak, kita justru perlu secara sadar menyediakan waktu untuk aktivitas fisik.
Sementara itu, kata “bugar” memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar tidak sakit. Tubuh yang bugar membuat kita lebih siap menjalankan aktivitas, bekerja dengan baik, mengajar dengan penuh energi, berinteraksi dengan orang lain, serta menjalani berbagai tanggung jawab kehidupan dengan lebih optimal.
Karena itu, tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!” sesungguhnya merupakan ajakan untuk melakukan perubahan perilaku. Perubahan tersebut dapat dimulai dari diri sendiri, kemudian dibawa ke lingkungan keluarga, sekolah, organisasi, dan akhirnya menjadi kebiasaan yang tumbuh di tengah masyarakat.
Guru Harus Menjadi Contoh
Bagi seorang guru, menjaga kesehatan dan kebugaran bukan hanya kepentingan pribadi. Guru memiliki ruang pengaruh yang sangat luas karena setiap hari berinteraksi dengan anak-anak yang sedang tumbuh dan membentuk kebiasaan hidupnya.
Peserta didik mungkin tidak selalu mengingat semua materi yang disampaikan guru di dalam kelas, tetapi mereka akan mengingat contoh yang diberikan oleh gurunya. Ketika guru membiasakan hidup sehat, aktif bergerak, dan menunjukkan semangat dalam berolahraga, secara tidak langsung guru sedang memberikan pendidikan melalui keteladanan.
Di sinilah anggota PGRI memiliki peran yang sangat strategis. Kita dapat menjadikan sekolah bukan hanya sebagai tempat untuk mencerdaskan pikiran, tetapi juga sebagai lingkungan yang menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan, kebugaran, sportivitas, disiplin, dan kebersamaan.
Saya berharap para anggota PGRI Kabupaten Bandung Barat dapat mulai membangun kebiasaan sederhana di lingkungan masing-masing. Tidak harus dengan program yang besar, karena kegiatan seperti senam bersama, jalan sehat, olahraga permainan, bersepeda, atau aktivitas fisik sederhana lainnya dapat menjadi awal yang baik untuk membangun budaya hidup aktif.
Dari Guru, Bergerak ke Sekolah dan Masyarakat
Saya membayangkan semangat HAORNAS 2026 tidak berhenti di lingkungan guru saja. Jika guru mulai bergerak, sekolah akan ikut bergerak, peserta didik ikut bergerak, keluarga ikut bergerak, dan pada akhirnya masyarakat pun akan semakin sadar bahwa hidup aktif dan bugar adalah kebutuhan bersama.
PGRI memiliki kekuatan yang besar karena anggotanya berada di berbagai satuan pendidikan dan wilayah. Jika semangat ini dilakukan secara bersama-sama, saya yakin akan muncul banyak gerakan sederhana yang memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan kebugaran warga sekolah maupun masyarakat di Kabupaten Bandung Barat.
Kita tidak perlu menunggu fasilitas olahraga yang sempurna untuk memulai. Halaman sekolah, lapangan, lingkungan sekitar sekolah, bahkan ruang kerja dapat menjadi tempat untuk melakukan aktivitas fisik sederhana selama dilakukan dengan aman dan sesuai kemampuan.
Yang juga perlu kita ingat adalah bahwa olahraga harus menjadi kegiatan yang menyenangkan dan dapat diikuti oleh semua orang. Anak-anak, guru, orang tua, masyarakat, maupun kelompok usia lainnya memiliki kesempatan untuk bergerak sesuai kemampuan masing-masing, sehingga olahraga benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Guru Sehat untuk Pengabdian yang Lebih Kuat
Menjadi guru membutuhkan energi yang tidak sedikit. Mengajar, mendidik, membimbing peserta didik, mengikuti kegiatan sekolah, berinteraksi dengan orang tua, serta terus meningkatkan kompetensi merupakan bagian dari perjalanan panjang seorang pendidik.
Karena itu, menjaga kebugaran seharusnya menjadi bagian dari upaya kita menjaga kualitas pengabdian. Guru yang sehat secara fisik akan memiliki modal yang lebih baik untuk menjalankan tugasnya dengan penuh semangat dan memberikan pelayanan pendidikan secara optimal.
Saya mengajak seluruh anggota PGRI Kabupaten Bandung Barat untuk menjadikan HAORNAS 2026 sebagai momentum melakukan refleksi sekaligus memulai langkah sederhana. Mari kita mulai dari diri sendiri dengan lebih banyak bergerak, menjaga pola hidup sehat, dan mengajak peserta didik serta keluarga untuk melakukan hal yang sama.
Jangan sampai HAORNAS hanya menjadi sebuah tanggal yang kita peringati setiap tahun. Jadikan HAORNAS sebagai pengingat bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang, sedangkan kebugaran adalah modal penting untuk terus berkarya dan mengabdi.
Pada akhirnya, pendidikan yang baik membutuhkan pendidik yang sehat, peserta didik yang sehat, dan lingkungan yang sehat. Dari sekolah yang sehat dan aktif, kita dapat ikut membangun masyarakat yang lebih produktif, bersemangat, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Selamat Hari Olahraga Nasional 2026. Mari keluarga besar PGRI Kabupaten Bandung Barat bersama-sama bergerak, menjaga kebugaran, dan menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa dalam mewujudkan “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”
Dr. H. Rustiyana, S.T., M.T., M.Pd., M.A.P.
Ketua PGRI Kabupaten Bandung Barat


