Oleh: A.Z. Hilman (Ketua PGRI Cabang Cipongkor)
Peningkatan kualitas pembelajaran merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Guru dituntut untuk mampu merancang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik, mengembangkan keterampilan abad ke-21, serta menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata.
Sehubungan dengan hal tersebut, PGRI Cabang Cipongkor, menyelenggarakan seminar pendidikan dengan tema “Pengembangan Pembelajaran Kokurikuler dan Penerapan Pendekatan STEM dalam Pembelajaran.” Kegiatan ini menjadi sarana bagi guru untuk memperoleh wawasan, berbagi praktik, serta mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik.
Seminar dilaksanakan pada hari Jumat, 25 September 2026, pukul 08.00–15.00 WIB, bertempat di Sekretariat PGRI Cabang Cipongkor, Jl. PLTA Saguling No. 17, Kp. Ciakar, Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan seminar menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Hj. Rokayah, M.Pd. yang menyampaikan materi tentang Pengembangan Pembelajaran Kokurikuler dari Erlangga, serta Riyan Firdaus, M.Pd. yang membawakan materi Penerapan Pendekatan STEM dalam Pembelajaran dari UPI. Kedua narasumber memberikan wawasan dan inspirasi bagi peserta dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan Seminar juga dihadiri oleh pengurus PGRI Kabupaten antara lain, Gun FeryT, S.Pd., M.Pd., Asep Suherman, S.Pd., M.M.Pd, Asep Zenal Arifin, S.Pd. dan Dadang Hikmat, S.Pd.
Dalam sambutannya Ketua PGRI Cabang Cipongkor A.Z. Hilman, M.Pd, selaku panitia Penyelenggara menyampaikan tujuan kegiatan seminar ini, sebagai sarana meningkatkan wawasan dan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran kokurikuler serta menerapkan pendekatan STEM, agar mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, menyenangkan, bermakna, dan berpusat pada peserta didik.
Dr. H. Rustiyana, S.Pd., MT., M.Pd., M.A.P., selaku Ketua PGRI Kabupaten Bandung Barat, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan seminar, mendorong guru untuk terus meningkatkan kemampuan mengajar, dengan terus belajar beradaptasi, berinovasi, dan mengembangkan cara-cara baru agar pembelajaran lebih bermakna. Peningkatan kompetensi dan pemahaman guru dalam mengembangkan pembelajaran kokurikuler dan mengintegrasikan STEM secara kontekstual, menghubungkan pembelajaran dengan situasi nyata peserta didik, serta mendorong pembelajaran yang aktif, kreatif, kolaboratif, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan ini juga memberikan inspirasi bagi guru untuk berinovasi, berbagi praktik baik, berkolaborasi, dan menerapkan hasil seminar demi kemajuan pendidikan.
Pengembangan Pembelajaran Kokurikuler
Secara umum, menurut Narasumber, Pembelajaran Kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi, terutama penguatan karakter. Tujuan utamanya adalah mendukung tercapainya delapan dimensi profil lulusan secara nyata dan kontekstual melalui pengalaman belajar yang bermakna. Peran strategis Kokurikuler adalah untuk menjembatani antara pembelajaran konseptual di kelas dan penerapannya dalam kehidupan nyata.
Pembelajaran kokurikuler menjadi salah satu ruang bagi peserta didik untuk memperkuat dan memperdalam kompetensi yang diperoleh melalui pembelajaran intrakurikuler. Dalam konteks tersebut, pembelajaran kokurikuler memiliki peran penting sebagai bagian dari proses pendidikan yang dapat memperkuat, memperluas, dan memperkaya pengalaman belajar peserta didik. Kegiatan kokurikuler dapat dirancang secara kontekstual dan terintegrasi dengan kebutuhan peserta didik serta lingkungan satuan pendidikan.
Pengembangan pembelajaran kokurikuler perlu dilakukan secara terencana agar kegiatan yang dilaksanakan tidak sekadar menjadi kegiatan tambahan, tetapi benar-benar memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Guru perlu mampu mengidentifikasi potensi dan permasalahan di lingkungan sekitar untuk kemudian mengembangkan aktivitas yang memungkinkan peserta didik belajar melalui pengalaman nyata.

Tahapan Perencanaan Pengembangan Pembelajaran Kokurikuler
Pendekatan STEM dalam Pembelajaran
Sejalan dengan hal tersebut, pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dapat menjadi salah satu pendekatan yang mendukung pembelajaran kontekstual. STEM mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu melalui aktivitas yang mendorong peserta didik melakukan penyelidikan, merancang solusi, mengembangkan produk, menguji hasil, serta melakukan perbaikan.
Penerapan STEM juga dapat dikembangkan dalam kegiatan kokurikuler. Peserta didik dapat diajak mengidentifikasi permasalahan di lingkungan sekitar, mencari informasi, merancang solusi, membuat produk atau karya, serta mempresentasikan hasilnya. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar melalui pengalaman.

Alur STEM
Kegiatan ini memberikan manfaat bagi guru, peserta didik, sekolah, dan organisasi PGRI. Guru memperoleh wawasan dan inspirasi dalam mengembangkan kegiatan kokurikuler serta menerapkan pendekatan STEM sesuai mata pelajaran, karakteristik peserta didik, dan lingkungan belajarnya. Peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang lebih aktif, kreatif, kolaboratif, kontekstual, dan bermakna. Bagi sekolah, kegiatan ini menjadi alternatif untuk mengembangkan pembelajaran inovatif sekaligus memperkuat budaya belajar dan kolaborasi, sedangkan bagi PGRI menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik guna mendukung peningkatan profesionalisme guru.
Hidup Guru…!
Hidup PGRI…!
Solideritas……Yes !!


